SINDOMUAROJAMBI, JAMBI - Supir truk batu bara terlibat baku hantam dengan petugas Dinas Perhubungan Kota Jambi.
Para sopir ini juga terlibat perkelahian dengan warga di sekitar Jalan Pattimura, pada hari Selasa (1/4) pukul 12.30 WIB.Baku hantam terjadi karena supir truk batu bara tidak menerima desakan pihak Dinas Perhubungan Kota Jambi dan warga sekitar, untuk melewati jalan lingkar barat. Para supir beralasan jalan tersebut tidak bisa dilewati truk.
Dalam baku hantam yang terjadi sekitar 10 menit tersebut, supir batu bara sempat dihajar warga Pattimura. Beberapa saat kemudian para polisi datang mengamankan supir tersebut.Rifa'i, Kabid Ops Dinas Perhubungan Kota Jambi mengatakan, para supir batu bara memang bersikeras untuk melewati Jalan Pattimuran. Akan tetapi sesuai peraturan, pihaknya tidak bisa membiarkan hal tersebut."Kita sudah tegaskan, mulai 1 mei, truk batu bara tidak boleh melewati Jalan Patiimura atau jalan tengah kota,"katanya.
Para sopir ini juga terlibat perkelahian dengan warga di sekitar Jalan Pattimura, pada hari Selasa (1/4) pukul 12.30 WIB.Baku hantam terjadi karena supir truk batu bara tidak menerima desakan pihak Dinas Perhubungan Kota Jambi dan warga sekitar, untuk melewati jalan lingkar barat. Para supir beralasan jalan tersebut tidak bisa dilewati truk.
Dalam baku hantam yang terjadi sekitar 10 menit tersebut, supir batu bara sempat dihajar warga Pattimura. Beberapa saat kemudian para polisi datang mengamankan supir tersebut.Rifa'i, Kabid Ops Dinas Perhubungan Kota Jambi mengatakan, para supir batu bara memang bersikeras untuk melewati Jalan Pattimuran. Akan tetapi sesuai peraturan, pihaknya tidak bisa membiarkan hal tersebut."Kita sudah tegaskan, mulai 1 mei, truk batu bara tidak boleh melewati Jalan Patiimura atau jalan tengah kota,"katanya.
Sementara itu Ir Joko, Kasubdit Wilayah I C (Sumatera)
Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengatakan “Jalan umum bukan untuk dilewati mobil batubara, sawit dan CPO,
termasuk mobil logging,” katanya Selasa (1/5). Menurut Joko, truk jenis itu harus punya jalan khusus yang dibangunnya
sendiri, bukan menempuh jalan umum. Kondisi jalan nasional di Jambi,
mulai dari Bungo, Tebo, Sarolangun, Muara Bulian hingga jalan lingkar
Kota Jambi —lingkar barat, selatan dan timur— menuju Pelabuhan Talang
Duku, banyak rusak karena ditempuh truk batubara dan tangki CPO.
“Itu makanya gunakan jalan sesuai fungsinya. Jalan umum tidak untuk mobil tangki CPO dan truk batubara,” tandas Joko.
Sejumlah pengusaha batubara yang beroperasi di Provinsi Jambi saat ini
memang tengah menyusun rencana membangun jalan khusus. Joko sangat
mendukung rencana itu dan berharap semua pihak ikut mendorongnya agar
cepat terwujud.
Menurut Joko, bila nanti truk batubara dan sejenisnya sudah memiliki
jalan sendiri atau jalan khusus, dipastikan semua jalan di Jambi akan
bisa baik. Dalam kondisi sekarang, pemerintah pusat tidak sanggup
memperbaikinya, karena jalan akan tetap cepat rusak lantaran dilewati
truk yang bobotnya melebihi tonase jalan.
